The internet business is all about to know, what to do and how to do it. The challenge comes, when you try to pick those training and mentoring, which fits for you, because the information overflow is so huge. The target is to narrow down the amount of ideas to be able to make internet income.
1. You Get Internet Income, When You Follow The Guidance.
Which guidance should you select? That is a good question and you should spend enough time to go trough different offers and maybe ask from some good forum, where many newbies write about their experiences. The guidance also depends about your choice, i.e. how and what kind of an online business you have planned to set up.
If you just want to start to generate internet income, without any earlier expertise, it is better that you join some affiliate program, which is specialised to train the newbies. But if you have a business idea, but you do not know, how you can launch it in the Internet, you better find a good mentor, who can taylor make the launch for you.
2. You Get Internet Income, When You Meet The Customer Needs.
The truth is that the competition in the Internet is strong. The truth is also, that many marketers do a decent internet income with their online businesses. The internet business ideas take a long time to start to work, because the brand building takes time. Actually you build the trust.
It is very important to pick the first strategies carefully and to stick with the choices. This you can do by going through enough different promotion ways and to think, do I like this and can I run this promotions. But I recommend you to pick only one to be able to manage and to learn it.
Now you can take this one as your project and to start to get training to make your first internet income. You will see, that before you honestly understand the details and the deep nature of that promotion, you have to think it a lot.
Let us take one example. You decide to start with the banner advertising. Sounds easy? But when you really think it, there are lots of things to ponder. What is the medium you shall use, what target group it covers, is the price benefit ratio correct, how long should you run it etc.
3. The Forums Are Useful Places For A Starter.
The online marketing forums are places, where marketers from all levels meet. The good thing is, that you have a chance to make questions and to get lots of different answers, to ask more until you know, that you have the right answer.
The newbie needs also mental help and support, because in the start everything looks so complicated. The best supporters are the other newbies, who have gone the same route some time ago. Actually, they have good mental tips, but be careful with the professional ones. Those you have to get from the experienced marketers.
by Juhani Tontti
ezinearticles.com
Selengkapnya...
-
Beasiswa Khusus Guru (Negeri dan Swasta) dari Jepang - Info dari Blog tetangga. Halo semua, Ada beasiswa khusus guru dari Pemerintah Jepang dengan ketentuan sbb. PERSYARATAN 1. Lulusan S-1 atau D-4 dan gur...16 years ago
Tuesday, September 15, 2009
3 Reasons Why Internet Income Training and Mentoring Can Kickstart Your Business
Thursday, August 20, 2009
Mengkaji Belanja Ramadhan dan Lebaran di Carefour

Oleh Cardiyan HIS
Carefour bukan milik Perancis lagi. Berita bisnis sangat penting ini ditanggapi dingin-dingin saja di Indonesia, padahal sudah berlangsung hampir dua bulan. Termasuk oleh Pemerintah Indonesia (yang memang secara resmi belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel), yang menganggap alih kepemilikan Carefour oleh orang pengusaha Israel sebagai “business as usual” saja. Hanya ibu-ibu rumah tangga mungkin karena tidak tahu informasi ini, tak sadar terus membelanjakan banyak rupiahnya menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran untuk memperkaya kocek bisnis orang Israel.
Carefour , adalah salah satu ikon penting Perancis di dunia disamping makanan dan minuman Danone atau mobil Renault, kini sudah menjadi milik pengusaha Israel. Kini Carefour telah menjadi milik perusahaan Koor Industries Ltd dengan harga pembelian senilai US$ 986 juta atau 3,5 miliar Shekel (mata uang Israel). Pemilik Koor Industries Ltd adalah Eli Hurvitz, pengusaha asli Israel yang sangat pro soal pembangunan pemukiman Yahudi di Palestina dan tentunya sangat anti soal Kemerdekaan Bangsa Palestina. Eli Hurvitz tentu saja bersilang pendapat dengan sutradara beken Steven Spielberg, warga negara Amerika Serikat keturunan Israel, yang justru sebaliknya sangat mendukung Kemerdekaan bagi Bangsa Palestina.
Terjadinya peralihan kepemilikan perusahaan multi nasional seperti Carefour (Perancis) ke pengusaha kakap Israel adalah memang peristiwa biasa sebagai konsekuensi perdagangan global yang bebas menembus batas negara. Masalahnya di Indonesia, Carefour mendapat keistimewaan tanpa pembatasan lokasi.
Kebijakan ini sungguh sangat berbeda dengan Carefour di negara-negara kapitalis Eropa bahkan di Perancis sendiri sekali pun tempat asalnya, tidak akan bisa ditemui keberadaan Carefour di tengah-tengah kota, di sudut-sudut strategis kota-kota besar Paris, Lyon, Marseille. Pemerintah kota mereka akan selalu tetap memperhitungkan terhadap keberadaan pasar tradisional atau tempat kegiatan ekonomi pengusaha kecil penduduk setempat.
Sedangkan Indonesia? Lagi-lagi Pemerintah Indonesia sebuah anomali membiarkan Carefour ada di pusat kota, di sudut-sudut strategis bahkan sudah tak memperdulikan lagi kedekatan lokasinya dengan keberadaan pasar tradisional tempat para pengusaha kecil Indonesia menyabung nyawa. Kasus Carefour di Indonesia boleh jadi bisa menjadi kasus riset yang menarik bagi seorang “PhD Candidate in Marketing Business”. Termasuk kepemilikan saham Carefour di jaringan retail Alfa Mart, yang telah menelan begitu banyak kebangkrutan toko-toko kecil atau warung-warung kelontongan para pengusaha kecil Indonesia. Pihak KPPU sebagai komite independen pengawasan persaingan usaha harus
memprioritaskan kasus ini.
Indonesia memang harus mengevaluasi segala keterlanjuran ini dengan sangat serius, mengkajinya secara seksama pula dengan kewajiban ketat terhadap perilaku Carefour selama ini. Misalnya beberapa lokasi Carefour di Jakarta berulang-ulang mencemari lingkungan bahkan nyaris menewaskan puluhan karyawannya sendiri karena keracunan gas buangan adalah “high-light” yang harus digaris-bawahi oleh Pemerintah kota DKI Jakarta. Sistem hubungan kerjasama dengan para pemasok dari kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM) perlu dievaluasi agar lebih adil. Kompensasi terhadap keberadaan Carefour yang berada sangat dekat dengan pasar tradisional harus segera dirumuskan untuk
sebaik-baiknya kegiatan ekonomi rakyat. Kasus Carefour yang sangat dekat dengan dua pasar tradisional di kecamatan Duren Sawit, Jakarta sungguh merupakan bukti nyata yang memerlukan perhatian Pemda DKI Jakarta.
Selamat menempuh ibadah Ramadhan, semoga Tuhan YME memberikan ridhoNya kepada ummat manusia yang menjalankan ibadahnya. Amiin.
Sumber : http://ia-itb.blogspot.com/2009/08/mengkaji-belanja-ramadhan-dan-lebaran.html
Selengkapnya...
Tuesday, April 14, 2009
THE POWER of "GOPEK"
Oleh Dede meki
www.fai-kao.com
"Alkisah seorang warga masyarakat di suatu perkampungan menginginkan memiliki tempat ibadah yang sudah bertahun-tahun tidak pernah terbangun. Yang ada adalah surau kecil yang sudah tidak layak digunakan lagi. Telah banyak dan berulang program rencana pengumpulan dana dilakukan dengan berbagai cara, tapi belum mebuahkan hasil. Suatu hari terlintas dalam fikirannya akan kekuatan uang bernilai ‘receh’. Bermula dari mencoba-coba melakukan perhitungan berupa ‘andaikan’. Andaikan setiap insan di kampung itu menyisihkan sebagian kecil berupa recehan, baik itu sisa belanjaan maupun sisa jajan di warung atau sisa kembalian dari bayaran kreditan barang missal Rp. 500/hari dan dilakukan setiap hari dan oleh seluruh warga yang saat itu kira-kira berjumlah 100orang. Berarti akan terkumpul sebanyak Rp. 500 x 30hari x 100 orang = 1.500.000 per bulan, berarti dalam setahun akan terkumpul Rp. 18.000.000 dan akan berarti akan menjadi Rp. 36.000.000 dalam 2 tahun sreta Rp. 54.000.000 dalam 3 tahun. Jadi ‘andaikan’ ide ini berjalan tiga tahun yang lalu, sudah dipastikan tempat ibadah bisa berdiri dengan uang Rp. 54jt ini. Mulailah Warga itu mencetuskan ide tersebut di hadapan kepala warga dan akhirnya diamini. Puji syukur, ide tersebut di jalankan dengan baik, yang walaupun hanya sekitar 80% berhasil, sehingga dana yang diperloleh selama 3 tahun mencapai kurang lebih Rp. 43jt. Sehingga dengan dana tersebut, berdirilan tempat beribadah walau masih sederhana, akan tetapi jauh lebih layak dari sebelumnya."
Kisah diatas, merupakan kisal ilustrasi yang bisa saja terjadi dimanapun dan kita bisa belajar darinya sebagai awal untul sarana belajar sesuatu untuk diri kita bahwa
Kita yakin, kita pun bisa melakukannya HANYA dengan bermodalkan kekuatan ikhlas dan sabar. Percayalah, dari kekuatan memberi yang dimiliki, akan menghadirkan pemberian yang jauh lebih baik dari Yang menciptakan kita, percayalah....
Atas dasar itulah dengan ini saya mencoba mengangkat wacana berfikir lain untuk mengangkat energi yang kita miliki, yaitu 'energi berbagi' sekalian memanggil untuk menjadi peserta PASUKAN JIHAD FISABILILLAH dengan cara menyisihkan sebagian uang receh kita setiap hari yang dimulai dengan Rp. 500 setiap hari.
Untuk meyakinkan kita, mari kita bersimulasi kembali dari contoh kisah di atas:
Mulailah dari rumah kita, yang terdiri dari Suami, Istri, 2 orang anak, 1 orang pembantu siapkan satu kotak kecil berlubang tempat menampung uang gopek.
Pertama, sebelum berangkat bekerja, Sang Suami menyisihkan RP. 500 ke dalam kotak dengan diawali niat baik karena Tuhan untuk berbagi.
Kedua, Dari sisa belanja, sang Istri, sisihkan juga Rp. 500 ke dalam kotak dengan niat yang sama
Ketiga, ajarkan kepada anak-anak kita untuk mulai memiliki rasa berbagi dengan menyisihkan Rp. 500 juga
Keempat, pembantu kita ajarkan juga untuk belajar berbagi dnegan menyisihkan Rp. 500 yang mungkin senilai dengan nilai 5 x sms.
Jadi total dari keluarga tersebut mendapatkan Rp. 2.500 per hari. Dan jika dilakukan istiqomah sebulan rata-rata 30hari, maka sebulan dari keluarga tersebut di peroleh dana umat sebanyak Rp. 2.500 x 30 = Rp. 75.000 dalam setahun berari Rp. 900.000 per satu rumah.
Dan andaikan warga di lingkungan RT kita mengikuti langkah yang sama dengan asumsi jumlah kepala dalam rumah tersebut rata-rata sama, misal RT kita berjumlah 30orang, sehingga dalam setahun akan di peroleh nilai DANA UMAT sebesar Rp. 900.000 x 30 = Rp. 27.000.000,-
Bisakah anda bayangkan kalau uang itu terkumpul, Kita yakin, Kita bisa berbuat apa saja dengan uang itu untuk kebajikan. Dan selama kebajikan itu dilakukan dengan menerus, Kita yakin, Tuhan Yang Maha Esa sang Maha pencipta dan pengatur Alam semesta ini, SUDAH PASTI akan menambahkan rejeki kepada kita, baik itu besaran ataupun dalam bentuk KEKUATAN lainnya. Yakinilah bahwa JIKA KITA BERSATU SEBAGAI UMAT, KEKUATAN AKAN TUMBUH, TERMASUK KEKUATAN BERUPA DANA UMAT.
Percayalah, selama Kita yakin dan Iklash untuk melakukannya walau HANYA dimulai Rp. 500 suatu saat Kita akan mampu mengeluarkan Rp. 5.000 atau bahkan Rp. 50.000 sehari, karena yang kita fikirkan dengan cara ini bukan lagi berapa pendapatan yang kita peroleh, tapi bagaimana kita meningkatkan kemampuan kita untuk berbagi, semakin tinggi kita berbagi, itu tandanya kita semakin bahagia.. Percayalah..
Salah satu ilustrasi yang ingin saya paparkan di bawah adalah aplikasi di lingkungan perusahaan yang mungkin bisa membantu anda untuk ‘membuka’ pintu hati dan fikiran untuk segera bertindak sebagai berikut:
Misal suatu perusahaan terdiri dari :
Berapa orang karyawan di kantor anda : 200 orang
Berapa orang yang berkatagori pegawai level terendah : 180 orang
Berapa orang pegawai yang berkatagori pegawai menengah : 15orang
Berapa orang pegawai yang berkatagori pegawai atas/executive : 5 orang
Oke….
Buatlah kesepakatan dengan semua karyawan, tentu dengan pendekatan dan sosialisasi yang arif dan bijak, sehingga dibuat kesepakatan bahwa, setiap karyawan bersedia ikhlas dengan tulus untuk dipotong gaji sebesar Rp 500 /hari kerja untuk karyawan rendah, dan Rp 1000/hari untuk karywan menengah dan Rp 1500 untuk executive. Jadi setiap karyawan level bawah akan ada sedekah sebesar HANYA Rp. 11.000 / bulan …. HANYA 11REBU loh ya sebulan..!
Jadi kalau hari kerja adalah 22hari/bulan, maka akan terkumpul total (Rp500 x 180 + Rp1.000 x 15 + Rp1.500 x 5) x 22 hari kerja = Rp2.475.000/bulan dan kalau setahun menjadi Rp2.475.000/bulan x 12 = Rp29.700.000/tahun
Perhatikan, besar kan!?
Baik, persoalannya adalah teknisnya bagaimana? Setelah terjadi kesepakatan atas dasar keikhlasan bersedekah ini, maka dibuatkanlah tulisan tambahan atau kertas tambahan yang isinya adalah sebagai berikut :” terima kasih, saudara telah berinfak/sedekah untuk berbagi kepada yang memerlukan sebesar RP 11.000 bulan ini dari total Rp. 33.000 selama program ini berjalan, dan telah terkumpul total infak/sedekah perusahaan sebesar rp. 7.425.000 sampai bulan ini” Jadi akan selalu terbuka sehingga setiap karwayan mengetahui status saldo infak total tiap bulannya.
Pertanyaan yang pernah timbul, “kan kalo berinfak tidak boleh dipaksakan…?” Terus terang ini pertanyaan sulit yang tidak bisa dijawab oleh otak kiri kita, dan kadang sulit untuk dapat menerima jawabannya, tetapi jawaban tepatnya adalah, “transformasikanlah diri kita untuk selalu berikhlas berbagi dengan orang lain, dan percayakan Tuhan pasti akan menggantikannya yang jauh lebih besar, karena Tuhan tidak pernah kekurangan sedikit pun atas karunia yang telah dan akan diberikan kepada kita. Semakin banyak kita berbagi dengan ikhlas, semakin banyak kita akan menerima yang jauh lebih banyak” That’s only the answer. Dan bagi yang tetap bersikukuh tidak mau, that’s fine, simple saja, yang berarti dalam hal ini tidak terjadi kesepakatan dengan yang bersangkutan, dan tidak dipotong serta tidak ada apa-apa dengan besaran gajinya…. Berjalan seperti biasa. Tetapi untuk yang bersepakat dengan niat yang tulus, perusahan semestinya memfasilitasi keikhlasan karyawan yang lain yang memenag telah berniat.
Yakinlah, akan Janji Allah SWT, bahwa keberhasilan berinfak di level perusahaan dengan cara seperti ini, Perusahaan akan menjadi besar, besar karena dihuni oleh orang-orang penderma yang diajarkan lewat Rahman dan rahim-Nya. Trust it, and it Works…
Anda bisa bayangkan, KALAU SAJA, Misal ada 20 perusahaan yang melakukan hal yang sama seperti di atas, dan setiap pimpinan perusahaannya satu sama lain berkumpul bersama dalam SATU KOMUNITAS, dan setiap tahun mengumpulannya dalam satu wadah. Berarti akan terkumpul sebesar Rp. 594.000.000 dalam setahun. Dan sudah barang tentu, dengan nilai uang yang lebih dari ‘setengah miliar itu’ kita bisa berbuat lebih banyak untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain yang memerlukan. Saya yakin, Allah akan menjadi lebih mencintai orang-orang penderma ini dan lebih-lebih untuk pemilik perusahaan yang bersangkutan, Allah sudah pasti akan mencintainya. Kalau Allah telah mencintai Hambanya-Nya, Siapa yang bisa menghalangi kebaikan yang akan diturunkan-Nya kepadanya..?
Saya tidak setuju kalau Indonesia dikatakan Miskin, Saya lebih Setuju kalau setiap elemen Bangsa ini KURANG mau BERBAGI. Kita bisa bayangkan, yang paling mudah menghitungnya, MISAL SAJA ini mah ..... setiap anggota DPR dan MPR yang seluruhnya beranggotakan 678 menyisakan uang Rp. 10.000 / hari (wajar donk..) jika sebulan hari kerja 22hari dan setahun 12 bulan, berarti setahun menjadi : Rp. 10.000 x 22hr x 12bln x 678orang = Rp 1,789,920,000 Alias 1.8MILIARD setahun x masa jabatan 5 tahun menjadi Rp. 8,949,600,000. Nah uang ini akan disumbangkan di akhir masa jabatan, kan besar tuch..! artinya diakhiri masa jabatan dengan bersedekah yang cukup lumayan
Mimpi yang paling Extreme adalah : dari data yang ada kurang lebih orang bekerja di Indonesia adalah 107juta, berarti kalau setiap orang bekerja menyisihkan RP 500 sehari, maka akan terkumpul Rp 500 x 22hr x 107.000.000 = Rp 1.177.000.000.000 alias 1.177TRILIUN Wow….. sebulan. kalau setahun menjadi Rp. 14.124T WOWWWWWW!!.... betapa hebatnya si GOPEK ini .
Nah, Silahkan fikirkan saja, untuk apa tuh ‘duit’ silahkan gunakan untuk hal-hal yang ‘khusus’ yang bersifat Mensejahterakan rakyat dalam konsep berbagi kebahagiaan…
Perlu diingat, bahwa "the power of gopek" ini merupakan bentuk kesadaran sosial terkecil yang dalam diri kita yang kita ‘paksa’ keluar menjadi energi besar. Yang tentu gerakan ini di luar aturan-aturan baku dalam kehidupan bernegara dan beragama, maksudnya di luar pajak, di luar zakat, ini murni sedekah.
Semoga ide dari the "power of gopek" ini, bisa menginspirasi anda-anda yang kebetulan memiliki ‘power’, baik itu pengusaha, pimpinan pabrik, pejabat tinggi, dll untuk untuk berbuat, berkumpul alias berjamaah, satukan tangan, lakukan, kumpulkan dan wujudkan menjadi bentuk kepedulian anda di Negara dengan berangkat dari GOPEK.
Kita bersedekah dan biarkan Tuhan menjalankan tugas-Nya untuk mengatur bagian kita sesuai janjinya……
Wassalam
Dede
Selengkapnya...
Sunday, April 12, 2009
Kemanakah Hak Suara ku...?
Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un…..
Setelah menunggu cukup lama acara Pemilu 2009 yang menghebohkan ini, berkali-kali saya tanyakan kepada Kepala Lingkungan atau RT untuk mengetahui dini apakah saya telah terdaftar dalam DPT atau tidak. Ternyata cukup lambat juga rupanya DPT yang diterima oleh Pak RT, dan pada akhirnya saya baru tahu di Pagi Hari tanggl 9 April 2009 (hari H Pemilu) bahwa Nama saya dan istri tidak tercantum dalam DPT. Wah bagaimana bisa..? padalah beberapa waktu yang lalu, nama saya dan istri terdaftar sebagai pemilih waktu PILKADA Jawa Barat beberapa waktu yang lalu. Kok bisa jadi tidak ada (baca: hilang)…? Apa setiap acara pemilihan baik pilkada maupun pemilu daftar pemilih selalu baru.? Yang ada bisa tidak ada, yang tidak ada bisa ada..? Tidak tahu ah…..
Dengan inisiatif sendiri saya coba telusuri dan mendatangani tempat tinggal sebelumnya, dan saya tanyakan dan lihat, tidak ada juga. Ya sudahlah, Saya kembalikan kepada Allah SWT sebagai pemilik HAK dari SEMUA HAK yang ada. Biarlah kami tidak memilih, kami memilih untuk berdoa, semoga Allah membukakan Rahmat untuk bangsaku tercinta ini.
Seteriak apapun kami, setumpuk ide dan optimisme dalam fikiran dan hati kami, tetap tidak merubah hilangnya Hak suara kami di bangsa sendiri di tahun 2009 ini. Terucap secara otomatis, Innalilahi wa innailahi rooji’un…. Sesungguhnya segala hal adalah milik Allah dan sesungguhnya juga akan kembali kepada Allah..
Percayalah, Hal suara saya sedang ada dalam genggaman Allah, siapa pun yang menggunakannya, berarti dia telah lancang mengambil dari genggaman Tangan sang MAHA KUASA atas Alam semesta Ini, Allah Azza wa jalla….
Wassalam
D2MQ
Yang kehilangan Hak pilih PEMILU 2009
Selengkapnya...



